Aduuuuh…Merasa sudah cukup, Faizal lalu menggendong adik Silvy itu keranjang dan dengan segera menindihnya. Silvy cuman tersenyum genit. Bokepindo “Tapi aneh juga ya. Mq aku berkontraksi dengan kuat, meremas penis karyawan aq itu. Sampai Faizal harus menciumnya dengan kuat agar erangan erotis itu tidak terlalu keras dan kedengaran keluar kamar. Wew…minum obat apa ya?Lalu kulihat Faizal, yang masih telanjang bulat dengan penis hitam besar yang mengacung kedepan itu, mendekati Linda. Bisa berabe! Dia tidak tahu harus berbuat apa. Awalnya Linda menolak menyerahkan handphonenya, tetapi setelah dibentak Faizal, dengan gemetar dia memberikan HP itu kepada karyawan aq. Aq biarin aja. Ngga lah..ngapain juga, sahut gw enteng. Kebalik gimana? mungkin aja elo merasa yang memperbudak, padahal dia tetap dapat keuntungan toh?”, tukas Silvia sambil tertawa centil. Gw cuman bisa melengos aja. Faizal terkekeh, lha cece kamu yang mau kok. Aq biarin aja. nanti kita susul.”, bujuk Silvy. Aseeeeeeeeeeeeeeeeeeek! Silvy dan Linda duduk diam mengamati aktifitas kami berdua.Setelah agak lama, aku merasakah gelombang orgasm akan datang.“sss….aku mau keluar mas…essstt…ahh…”, bisikku ke Faizal. ga papa. Aku dan Silvy cuman bisa menonton sambil merasa gundah dan dilema.Setelah agak lama, aq bisa melihat nafasnya Linda semakin tidak teratur.

