Viona tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Bokepindo Agus langsung menambahkan, “Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.“Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”
“Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian.” katanya menyebut istriku. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Agus langsung menambahkan, “Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.“Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”
“Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Kali ini berhasil, tapi Viona melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil sesekali menariknya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Mata Viona merem melek menikmati permainan ini. “Maksudmu apa Gus..?” tanyaku heran.













