Stella nampak amat menikm-atinya, dan cowok-cowok yang mengerumuninya pun demikian. Bokeb Kurasakan genggaman kuat Feri di dada kananku, sementara Adi menjilati pusarku. “Stell, bener ya kata gosip lo udah nggak virgin?” kejar Roni. “Gitu aja marah, udah, kita ngobrol lagi, jangan tersinggung.” Bujuknya sambil mengelus-elus rambut Stella. Tapi gayanya yang kenes malah dianggap seb-agai anggukan iya oleh para cowok. Berbeda denganku yang menjerit ketakutan, Stella malah kelihatan keenakan dipeluk-peluki dari berbagai arah oleh cowok-cowok yang mulai kegirangan itu.“Jangan!” teriakku saat Rio mencium pipi, dan mulai merambah bibirku. Tapi gayanya yang kenes malah dianggap seb-agai anggukan iya oleh para cowok. Ben menyusul beber-apa saat kemudian, dan vaginaku benar-benar banjir. “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek. Apalagi pundak Feri mulai ditempelkan ke pundakku, dan entah sengaja atau tidak, tangan Agam menyilang di balik punggungku, seolah hendak merangkul. Semua dari kelas yang berbeda-beda. Seolah mengetahuinya, Rio membuka celanaku sekaligus CDku sehingga aku langsung bugil.















