Ranjang Mobil Dengan Wanita Rusia (bagian 1)

Bu Yayuk pelan-pelan berkata,“Sudah Gus..? Untuk tambah menarik simpati bu Yayuk aku pun mengarang cerita lagi, aku pura-pura menangis sedih karena frustasi ayahku mau menikah lagi dan aku tidak menyetujuinya. Bokepindo hmmm?”, kata bu Yayuk pelan dan terdengar sayang sekali padaku. Ku elus pipinya, sambil aku dekatkan mulutku ke mulutnya sambil berkata “Ibu…”, mulut bu Yayuk tidak terbuka, beliau tetap terdiam.Bersamaan dengan itu, aku gesek-gesekkan terus batang kontolku ke paha bu Yayuk. Aku berusaha mencari-cari pertanyaan untuk sekedar mencari perhatian bu umum.Semua kulakukan supaya bisa lebih dekat dengannya. Karena kulitnya kelihatan mengkilat.Kembali ke ceritaku, dengan menjadi kordinator pelajaran pendidikan Pancasila aku pun semakin sering bertemu dengan bu Yayuk. Dan ternyata benar suami bu Yayuk belum sampai rumah. Aku jadi deg-degan, mataku mengikuti kemana arah bu Yayuk pergi. Aku minta maaf sekali lagi dan bu Yayuk bilang ia mengerti.Tentunya setelah kejadian itu hubunganku dengan bu Yayuk bertambah dekat, sampai sekarang ini.. Karena kulitnya kelihatan mengkilat.Kembali ke ceritaku, dengan menjadi kordinator pelajaran pendidikan Pancasila aku pun semakin sering bertemu dengan bu Yayuk.

Ranjang Mobil Dengan Wanita Rusia (bagian 1)