AC mobil sengaja kumatikan, Jendela serta sunroof mobil kubuka. Kunyalakan sebatang rokok sambil menuju tempat bapak yang sedang membetulkan mobilnya. Bokepindo Lekuk tubuhnya dan senyum manisnya mampu membangkitkan hormon kelelakianku malam itu.“Sabar ya dir, mudah2an kita bertemu dengan Umi itu lagi.” Aku melakukan monolog dengan penisku. Hehe. Seorang bapak tua berusia sekitar lima puluh tahunan menyapaku ramah.“Selamat datang pak, silahkan silahkan.”Aku tersenyum dan mengangguk takjim menanggapi sapaan bapak tua itu. Usianya kuperkirakan sekitar awal tigapuluhan. Hampir 5 jam aku berkendara dari kota Malang seusai bertemu dengan beberapa suplier langgananku. AC mobil sengaja kumatikan, Jendela serta sunroof mobil kubuka. Apalagi sudah hampir seminggu ini aku belum kesampaian untuk “ngetap olie” (baca : bersetubuh) dengan wanita manapun, baik dengan istriku maupun wanita-wanita lain koleksiku.Penasaran juga jadinya aku dengan wanita tadi, apalagi setelah beberapa kali kupergoki wanita tersebut memandangi dan memperhatikanku secara diam-diam.Walau usiaku yang hampir mendekati kepala empat, namun penampilanku masih terbilang cukup baik. Hampir 5 jam aku berkendara dari kota Malang seusai bertemu dengan beberapa suplier langgananku. Selalu ada doa dan harap yang memancar dari setiap perahu agar penguasa laut berbaik hati memberikan berkahnya malam ini. Siapa tahu pengetahuan otomotifku yang alakadarnya bisa sedikit membantu kesulitan bapak ini dan keluarganya.Bapak itu lalu















