Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan.Aku makin membara dan membara. Rambutnya lurus panjang. Bokepindo Aku tahu banyak cewek cantik di sekolah naksir aku, tapi aku tak pernah tertarik. Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa.Aku tak segera bergerak. Masa di mana sesosok perempuan secantik dewi tiba-tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku masih
duduk di bangku kelas 2 SMA.Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah kanan rumahku. Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Ini membuatnya menggelinjang-gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa dalam tindihanku.Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Rambutnya lurus panjang. Kalau melihat terus seperti itu, ntar kepingin lho?” seloroh Mbak Marissa dengan suara lembut menggoda.Dan entah kenapa aku merasa tak terlalu kuat menahan gejolakn mudaku. Dan akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top dan celana pendek yang menampakkan dua pahamulusnya yang jenjang.Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di depan rumah.













