‘How refreshing! Bokepindo Betul juga sih..untuk apa aku mengintip seperti ini? itu yang terucap dalam hatiku melihat tingkah Hendra yg kadang masih kekanakan. Ok back to the ‘love’ scene lagi deh…. Gedung yang cukup besar karena sekaligus menjadi satu dengan tempat percetakan dan penerbitan. Kemudian tubuh Nina yang langsing itu tampak beranjak duduk diatas wastafel. Saat itu Hendra kembali datang dan menyerahkan berkas yang aku minta padanya. Sebetulnya aku nggak suka ngomongin sesama teman. Kuyakin Bramanto tidak akan sanggup menolak keinginan- ku. Wah aku tidak sanggup meneruskan bayanganku tentang hubungan mereka itu. Bramanto menatapku dengan tatapan yang menunjukan ketidak puasannya sepertinya dia protes padaku. Ada empat bilik toilet di dalamnya. Sejenak dia tampak ragu dangan apa yang akan dilakukannya. “layani aku ” ujarku singkat setengah berbisik. Terasa bagian tengah celana dalamku yg masih terlapis pantyhose mulai basah. 20 menit kemudian aku merasa harus segera ke toilet dan seperti biasa aku suka menggunakan toilet yang terletak di bagian direksi. ” Eh..pagi Hen ” jawabku. Cukup mudah bagiku untuk memanipulasi dan memancing pria sekelasnya. “Eh aku abis senam..ada apa?” aku balik bertanya sambil mengalihkan perhatiannya dari deru nafasku. Sekarang Diana sudah duduk di tepi wastafel disamping Nina mereka berciuman sejenak lalu keduanya merogoh















