Nggak berapa lama Mama mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat di vagina Mama. Bokepindo Si otong kemudian dijilatin Mama. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih. Naluri laki-laki muda terpacu. Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian. Kulihat Mama Nuna dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Mama masih diam, aku makin berani. Nggak sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Aku ditenangkan Papa.“Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa” kata papaku.Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana pendekku. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama. Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam Mama disela telusuran lidahnya.“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota.















