“Terserah maunya gimana…”, kata Candra. Bokepindo Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Chandra berpesan, “Lain kali ke sini lagi ya kalau gue minta…”.Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan. Aku tidak mungkin melayani pria cabul ini. Aku sebenarnya risih sekali, “Cepatlah, Kiki mau istirahat..”, balasku.Candra langsung saja mengunci pintu kamar. Sedikit penasaran aku akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari kamar kost ku dan coba turun ke bawah. Aku mencoba tenang, lalu ku balas smsnya lagi, ‘Mau kamu apa sich?’. “Hehehe, lu mau bayar berapa duit? Besar sekali dengan dihiasi urat-urat besar di sekelilingnya.“Cantik banget lu kayak artis saja…”, puji Chandra sambil membelai rambutku. Setelah memakai kondom tersebut, Candra langsung saja kembali menidihku, aku hanya terdiam, kututup mataku, aku tidak bisa berpikir apalagi yang harus aku lakukan, kecuali pasrah membiarkan Candra menyetubuhiku hingga ia puas.Candra mulai memasukkan penisnya yang terbalut kondom le dalam vaginaku, sedikit sakit, sepertinya ukuran penis miliknya sedikit merobek dinding vaginaku. Aku sedikit menutupi tubuhku dengan tanganku, Candra mencoleknya, dari pinggang, punggung, paha hingga dada dicolek-coleknya.“Hehehe”, ia cengesan sambil memperhatikan tubuhku. Sesekali ia mengecek hp nya agar tidak salah menyorot ke arah penisnya.Sungguh membosankan, aku harus menyepong penis seseorang yang tidak ku kenal, apajadinya jika Mas















