Aku sekarang juga berjalan ke kamar mandi, sekarang di kamar mandi aku melepaskan celana dan CD-ku, kondisiku sekarang juga telah telanjang nich!”, rico mencoba menjelaskan keadaannya detik itu padaku.“Emangnya saya pikirin, lagian ngapain kamu ikutan telanjang di sana?”, ujarku.“dewi! Eeh! Bokepindo Dia sepertinya sangat menikmati penuturanku melalui telepon sambil terus melakukan aktifitasnya sendiri, mendengar suara itu aku menjadi makin tteriaksang saja jadinya, jheri tengah dan jheri manis tangan kananku mulai kumasukkan ke dalam saring memekku yang telah makin berlendir, sedangkan jheri telunjuk kupakai bergesekan-gesek itilku. Oocch! Kau kujemput dan kita check in terus melakukan hal yang sesungguhnya yuk”, ajak rico.Aku menolak dengan mulus ajakan rico. Demikian pula bagi yang mengirimkan pesan dengan menggunakan nomor HP-nya melalui SMS langsung saja kuhapus tanpa perlu membukankah terlebih dahulu. Kunyalakan air hangat mengisi bathtub kamar mandiku. Entar aja deh kamu telepon aku lagi ya, aku telah telanjang bulat nich, telah siap-siap mau berendam”, belum selesai aku berkata, rico langsung memotong pembicaraanku..“Eee.. Seperti biasa, email yang masuk ke mail box-ku sangat banyak.













