Setelah Bertiga, Bibir Malu Dan Kerongkongan Yura Kasumi Pasti Babak Belur – Adegan Panas Tanpa Sensor!

“Croot… Crooot… Crooot..”“Aduuuh… Apa itu pak ?” ucap Hena“Itu bapak barusan keluarin air maninya sayang” ucapku mesra“Yaaahh… padahalkan air maninya pengen aku letakkan di muka, kata orang sih biar tambah awet pak, makanya aku tadi menyesal. Bokepindo !” ajakku lagi sambil narik lengan suster itu bangkit dari kursi.Aku mengajaknya ke ruang periksa pasien tempat kami berjaga. Tetapi aku masih terus membaca buku yg sengaja aku bawa dari rumah.Tak lama datanglah seorang gadis cantik menghampiriku.“Permisi, Pak” sapa suster padaku dengan tersenyum manis.“Ouuhh.. aku bernama Dokter Maman berusia 35 tahun, dalam usia segitu masih tampak ganteng dan gagah. Goyang terus… Terus… Terus…! Namun malam ini dia gelisah juga melihat ke tampananku.Seolah-olah aku bisa membaca hati kecilnya, menerawang dari tingkah lakunya yang rilex ketika kami ngobrol dan canda tawa. Maka aku bertanya,“Tapi aku kok rasanya baru pernah liat Suster disini ya…?” tanyaku heran“Iya Pak, saya baru pagi tadi sampai disini, pindahan dari rumah sakit sebelah jawabnya, “jadi sekalian mau kenal sama keadaan disini juga” ucap Suster cantik“Ooohh… pantesa aja aku baru liat” kataku memecahkan suasana hening“Emang bapak kira aku siapa ?” tanyanya lagi sambil menjatuhkan pantatnya pada bangku dan duduk di sebelahku.“Wow, oke juga nih” kata hatiku kegirangan.“Aku malah kira kamu suster ngesot loh,

Setelah Bertiga, Bibir Malu Dan Kerongkongan Yura Kasumi Pasti Babak Belur – Adegan Panas Tanpa Sensor!

Related videos