“Pindah ranjang yuk” ajakkuKetika aku berdiri hendak menuju ranjang, dia menarikku hingga akupun terjatuh terduduk kembali dalam pangkuannya. Bapak…bapak…bapak adalah Om Hari ? Bokepindo Karena kami memang teman yang cocok, maka akupun sering minta diantar ke Blauran untuk main ke rumah Devi, begitu juga saat memasuki usia sekolah, kami bersekolah di sekolah yang sama dari TK hingga SMA sampai Om Hari harus pindah rumah karena tugas ke Medan, sejak itulah aku dan Devi putus hubungan. Begitu juga kalau dulu sering memandikanku, kini kembali dia memandikanku meski dengan suasana berbeda. Tubuhnya langsung lemas menindihku seiring dengan berakhirnya denyutan denyutan itu, bebanku terasa semakin berat, apalagi napasnya yang menderu makin menekan di dada.“bapak hebat deh bisa mengalahkan kami berdua” pujiku bohong sekedar memberi kebanggan pada tamu, itu biasa kulakukan.“benar kan kataku, mana bisa tahan kalau harus melayani sendirian” timpal DitaPak Bram tersenyum bangga sambil berbaring diantara kami berdua.Sisa malam kami isi dengan satu babak permainan lagi, seperti sebelumnya, dia terlalu hebat buat Dita tapi tidak bagiku. anterin aku ya…please, ntar terlambat kalo naik taxi, mana macet lagi jam segini” Dita memohon dengan manja.















