“Iya”, jawabku. Bokepindo Diperjalanan kurang lebih Bukittinggi, tidak lupa kami mampir di rumah makan untuk memulihkan energi. Gantian aku yang tertawa. Sedangkan gambarbugil dirinya bakal disimpan dengan cara rahasia, kalaupun ketahuan bakal bilang bahwa dipotret sendiri pake timer. “Coba macam2 pose saja”, kataku asal2an sebab tidak punya pengalaman gambar nudis. “Asal dipotret bugil berdua dengan kamu, baru bisa”, kataku ngeledek. Kami pulang meminjam kamera om dan seusai diizinkan aku kembali naik motor untuk mengikuti mobilnya. Aku sempat dikasih tahu tutorial cuci cetak, sangat praktis, tapi aku tanyakan untuk memastikan. Aku menyiramnya dan dirinya balas menyiramku. Lalu aku berdiri menghampiri Tia dan ckrek kami bergambar bugil berdua. Kawanku bilang bahwa tokonya telah tutup, aku minta dispensasi sebab wajib dikumpulkan besok, dan supaya tidak merepotkan, biar aku kerjakan sendiri. “Semakin gambar2 itu dimana sekarang?”, dirinya agak lega tapi tetap khawatir
“Di koperku. Dirinya ambil semua gambar bugil dirinya, sedangkan gambar bugil kami berdua dan dua gambar seks kami diberbaginya padaku. “Iya”, jawabku. Tia tidak mau menyimpan gambar seks itu takut ketahuan. Aku jadi ingat tugasku. Kuluruskan penisku dan kudesakkan kecelah memeknya. Untungnya kawanku mau mengerti dan memberi Tia dan aku peluang untuk mencetak sendiri di malam hari. Gambar itu waktu kampusnya lagi libur”, Tia













