Sudah biasa! Ia memberiku kenikmatan seminggu penuh. Bokep indo Hidung mancung. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Kalau hujan, pasti lampu mati. Ia memberiku kenikmatan seminggu penuh. Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?” Tanya Mbak Marisa.“Sampai minggu depan!” jawabku.“Kesepian, dong?” celetuk Mbak Marissa.“Iya, gitu deh!” kataku, masih sedikit gugup.“Mbak gimana?”“Biasa aja. Darah seperti terpompa ke ubun-ubunku..“Aku mau di sini saja, kalau boleh. Aku terkejut. Dan akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top dan celana pendek yang menampakkan dua pahamulusnya yang jenjang.Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di depan rumah. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Mbak Marissa membalasanya. Ia mendekat dan melepaskan tangannya dari dadanya. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku memanggilnya, terus bergelayut di mataku.













