Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Bokep Rusia Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. 15 menit dan ia telah duduk kembali di mejanya.Pukul 12.00 waktu makan siang. Segar. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Mobil itu penuh dengan manusia. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Leave her Alone..!” Main dobel. dengan dada berukuran 34B. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Gawat pikirku. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu.















