Tante Frieda Yang Nakal: Bab Kedua

ini cuman nafsu sesaat, kalau kau turuti, pasti kau akan menyesal nanti. “Hi cantik….”sahut kami, cowo2 hampir berbarengan.Ditee berjalan dengan gaya peragawati, menyeberangi hamparan karpet, tdk bergabung duduk tapi langsung lewat saja menuju ke pintu depan. Bokeb Pagi ini juga….”
“Cerita dong…cerita….”desak beberapa cowo. sorry…..”
“Kenapa?”
“Kok kita jadi begini…..”
“Kamu nyesel?”
“Sama sekali engga”sahutku cepat.”Cuma khawatir kamu yg nyesel….”
“Udah terjadi…..”katanya lagi.Beberapa menit lalu kami masih teman. Sampai di pintu depan, dia melongok keluar melihat kanan-kiri.“Nyari apa elo”tanya Windy. Tapi setelah gue bilang kalian banyak yg keluar rumah, ada yg udah tidur, udah sepi. “Jangan…..”seruku spontan, dan khawatir. “Masa musti gue ceritain….”kataku bertahan. Usulan agenda datang dari Trance yg terkenal praktis pragmatis dan dalam rangka pencarian identitas.“Yg lain pada keman Toy?” tanya Dewa ramah. Oh iya, ada lagi satu papan yg terkunci, hanya khusus untuk para penjaga.Tempat kost ini milik Ken Rudiadji seorang pengusaha muda bidang cyber, baru lulus universitas negeri (juga baru “lulus” dari“pendidikan dalam”) yg enerjik, yg juga menghuni

Tante Frieda Yang Nakal: Bab Kedua

Related videos