Delilah and Lana landed jobs as bikini baristas, serving coffee and tits to customers to earn a few bucks. There’s just one problem: Jayden and Sage, their insufferable stepbrothers, have gotten into the habit of bothering them at work. Bokepindo Knowing that the girls can’t be mean to them because they are paying customers, the guys constantly show up at their work to check them out. When Delilah and Lana finally gather the courage to confront them, the guys try to negotiate an agreement, but they won’t apologize or promise they won’t do it again. That’s when the gals have to get creative, seduce them, and cross the line to please them and drain their cocks dry to make sure they won’t bother them ever again.
entahlah. Tentu saja tindakanku ini mengagetkan Mbak Aufa, terasa dari pinggulnya yg tersentak keras seiring dengan jilatanku di memeknya.Kupandangi memek itu lagi, dan aku melihat ada seperti daging kemerahan yg mencuat keluar, bergerinjal berwarna merah seolah-olah hendak keluar dari memeknya. Banyak cara untuk mengalihkan pikiran ngeres kamu itu. Mau tidak mau posisiku bergeser dan berhadapan dengan Mbak Aufa. ya.. dong… Ndrew.. Bunyi gemerecek akibat memeknya yg basah makin keras. Mbak Aufa berkulti putih kemerahan, dan warna itu makin membuatku tak karuan. Mas Aris juga perkasa, soalnya Mbak berkali-kali keluar kalau lagi join sama masmu itu” sahutnya.“Terus, kok keliatan puas banget? Aneh sekali, tadi dia marah-marah, sekarang kok.. Nafas hangat dan lembut menerpa selangkanganku. Tapi aku sadar itu tak mungkin terjadi. Sebenernya aku males banget, karena rumah Mas Aris cukup jauh dari tempat kostku Aku di bilangan Ciledug, sedangkan Mas Aris di Bekasi. kurang ajar juga kau ya…” kata Mbak Aufa sambil memencet hidungku.“Aku tidak nygka kalau adik sepupuku ini pikirannya ngesex melulu. ayo sayg.. Sampai dirumah, kami beristirahat, mandi (sendiri-sendiri, loh..) dan kemudian makan malam bersama keponakanku.














