Ashton Summers, Andy Taylor and Jacob Hansen are a thirsty thrupple with insatiable appetites. Bokepindo After a sensual three way kiss, the two twink’s feast on Ashton’s Puerto Rican piece before the Latin porn prince lays a licking down on the two delicious, young morsels. Hot and horny, Hansen hops on Summers’ stiff staff with an assist from Andy who helps the hottie spread his incredible ass to drive that dick in deeper. As a raunchy reward, our hot helper gets his knob polished by Ashton as Jacob jumps for joy on that juicy jock. Returning the favor, Summers spreads Hansen’s smooth seat so Andy can get a taste of his freshly fucked hole before plugging it up with his rocked up rod. Ashton and Taylor work in tandem, tenderizing Hansen’s horned up holes at each end, spit roasting the gorgeous guy till his eyes roll back. Andy’s ass needs filling and he isn’t shy about asking. Jacob jumps at the chance; and, he delivers dick HARD! He tosses in a little love choke for good measure before Summers saunters up behind him and cocks his caboose at the tail end of this torrid train. Hansen hops up and shoves his schlong in Taylor’s mouth, giving him a taste of his own ass in the process. With a cock in his mouth and Ashton bangin’ his back door blissfully, Taylor is a ticking bust bomb! After a hearty wank from Summers, Andy grabs his junk and spews a healthy stream of spunk all the way up his beautiful bronze body. The sticky chain reaction sees Summers fill Andy’s ass with cream; then, Jacob juices his jock right into Taylor’s waiting tongue. Three is definitely a charm in this epic ass banger!
Dalam perjalanan pulang dimobil pun pikiranku masih kalut sampai mobil di belakangku mengklaksonku karena tidak memperhatikan lampu sudah hijau. Sedikit demi sedikit diriku merasakan ruang vaginaku terisi dan dengan beberapa hentakan masuklah batang itu seluruhnya ke dalamku. Diriku membuka mulut dan mengulumnya. Beberapa menit kemudian Pak Qadar menarik tubuh kami mundur beberapa langkah sehingga payudaraku yang tadinya menempel dimeja kini menggantung bebas. Sperma itu menyemprot langit-langit mulutku, disusul semprotan berikutnya yang semakin mengisi mulutku, rasanya hangat dan kental dengan aromanya yang familiar denganku. Diriku hanya tersenyum kecil menanggapi pujiannya lalu kubenamkan kembali wajahnya ke payudaraku yang sebelah, beliaupun melanjutkan menyusu dari situ. Diriku disuruhnya sembunyi di bawah meja kerjanya. Lidah itu bergerak semakin liar menyapu dinding-dinding kemaluanku, yang paling enak adalah ketika ujung lidahnya beradu dengan klitorisku, duhh…rasanya geli seperti mau ngompol. Mulutku mengap-mengap dan mataku menatap dengan pandangan kosong pada foto beliau dengan istrinya yang dipajang di sana. “Dadamu bagus juga yah dik, kencang dan montok” pujinya Beliau lalu mendekatkan mulutnya ke arah payudaraku, sebuah jilatan menyapu telak putingku disusul dengan gigitan ringan menyebabkan benda itu mengeras dan tubuhku bergetar. “Sslluurrpp….sshhrrp” dijilatinya kemaluanku yang basah itu, cairan orgasmeku diseruputnya dengan bernafsu.Diriku mendesis dan meremas rambutnya sebagai respon atas tindakannya.
















