Dengan begitu pasti lebih nikmat kan? Bokepindo Memang teman aku ini tutur bahasanya sangat sopan dan halus.Tapi kami-kami ini semuanya terlihat sopan dan polos lho. Peter segera memasukkan mobilnya ke garasi, habis itu menutup pintu garasinya dengan menekan satu tombol.Saat itu aku sedikit was-was, bisa tak ya kami-kami dijebak atau sebagainya. Mereka masuk dan berkenalan dengan kami.Aku sih tak memperhatikan nama mereka, yg penting saat itu adalah rok pendek tanpa stocking (hihi…). Sewaktu di mobil si Peter menanyakan alamat si Diah, tapi anehnya dia tak mau memberitahu kami.“Muter-muter saja dech… aing malas pulang,” jawab Diah.Akhirnya si Peter cuma putar-putar di daerah Kota, tanpa tujuan. Akhirnya kelima teman aku telah mendapatkan pasangan mereka, tinggal si Boy dan Jeby yg masih terlihat ragu-ragu. Aku mengarahkan ciuman aku ke pipinya, lagi-lagi dia cuma diam. Ternyata ramalan aku hampir seluruhnya benar. Sementara itu aku terus menerus memperhatikan si Diah.Aku begitu penasaran. Maju atau mundur ya?Ketika itu Hendi mulai membuka kaos Diah, terlihat Diah hanya pasrah saja.















