Seketika itu juga Budi melihat ke arahku, dan aku hanya membalas pandangannya tanpa bergerak. Dan di sisi lain ada Edwin yang menurutku kurang beruntung dalam percintaan. Bokepindo Dan kemudian aku berganti mencium Timo. Dan tentunya mereka tidak tahu Budi punya hubungan darah denganku— harapku, setidaknya. Timo!” “Bentar, bentar,” potong Edwin. Budi di kamar. Mungkin aku akan berpikir dua kali kalau-kalau Timo memutuskan untuk bergantian memasukkan kontolnya ke dalam lubangku. Aku tidak melepaskan lubang Budi meski dia telah selesai ejakulasi. Timo!” “Bentar, bentar,” potong Edwin. Berdiri di depan Budi yang sedang duduk di pinggir ranjang, dia meletakkan kedua tangannya di pundak Budi. Salah, aku kaget bukan karena itu. Ini yang berbeda: sebelum-sebelumnya tidak ada Budi. “Okay, jangan mikir yang ngga-ngga. Dia mengambil tangan kiriku dan menempatkannya pada kemaluannya. Aku mulai panik dan berpikir dari mana saja Edwin dapat menemukan informasi perihal aku dan Budi. Hanya sisa Edwin, yang bagaimanapun melelahkannya, adalah teman pertamaku di Jakarta. Tapi Timo berdiri meninggalkan Budi. Tanpa basa-basi. Apa boleh buat, rahasia sudah bocor. Apa boleh buat, rahasia sudah bocor. Aku dan Budi tertawa melihatnya. Aku dan Budi saat itu sedang duduk di sofa menonton acara di televisi. Bukan, paman sama keponakan, pikirku sambil mengerutkan dahi, berpura- pura















