Mungkin hanya akulah yang hari Minggu masih berjalan sambil membawa tas hendak kuliah. Bokeb Tapi apa peduliku?Tiba-tiba Pak Hr melepaskan diri, lalu ia berdiri di depanku yang masih terduduk di tepi ranjang dengan bagian bawah perutnya persis berada di depan wajahku. aku sungguh sangat kelelahan, kupejamkan mataku untuk sejenak beristirahat. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuhku. “Masuk…!”, Sebuah suara yang amat ditakutinya menyilakannya masuk. Sambil berpakaian ia bertanya, “Bagaimana dengan ujian saya pak?”. Dengan langkah ragu-ragu aku mendekati ruang dosen di mana Pak Hr berada. “Aku tidak bisa janji!”, sahutku seenaknya sambil bangkit berdiri dan keluar dari kamar mencari kamar mandi. Pak Hr menyetubuhi aku dengan cara itu. Kurapatkan tubuhku di sudut ruangan sambil mengatur kembali nafasku yang terengah-engah, entah mengapa birahiku sedemikian cepat naik. Bergegas pula Pak Hr melucuti kaos oblong dan sarungnya. Bahkan mengalahkan semua cowok-cowok yang pernah tidur denganku, walaupun mereka rata-rata sebaya denganku.Namun beberapa saat kemudian, Pak Hr mulai menggeram















