Ancamku, dan ia pun langsung pergi dengan muka yang kesal. Ahhhh…. Bokepindo Ahhhhh…..” Desah kesakitanku, keringat dingin bercampur rasa sakit yang sangat aku rasakan, Freed menggoyangnya perlahan-lahan dan ketika ia tau aku sudah tidak terlalu kesakitan iya menggoyangkan penisnya itu “ooouuuuhhhh….. Aku terduduk di kursi sambil menghela nafas yang tadi sempat emosi, tiba-tiba terdengan suara dering telpon dari HP N70 ku, aku angkat telpon itu dan ternyata itu telepon dari Andi (teman suamiku), mereka memberitahukan bahwa suamiku masuk rumah sakit, katanya suamiku terkena kangker yang baru diketahui dan harus sudah diangkat, aku syok dan mataku tiba-tiba meneteskan air mata. Sedangkan perusahaannya hanya bisa memberi bantuan setengah dari biaya pengobatan. (Tanpa pikir panjang karena terpepet waktu)
R : tapi lo g boleh pasang wajah kecewa n sedih pas ngelayani, bikin kami puas!!! R : okeh bos… Let’s go…
Kamipun pergi ke sebuah hotel untuk menjalankan tugasku sebagai pelampiasan sex mereka. Sayangnya lo malah milih adik gue!!! Sesampainya di hotel, aku duduk di sebelah freed sambil ia menggodaku dan mengelus-elus bahuku, dan Freed mulai melepaskan pakaian tengtop merah mudaku, payudara ku langsung terlihat, karena aku tidak dibolehkan mengenakan BH dan CD.













