Memang pada dasarnya aku ini sifatnya agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya.“Mo minum apa Dev..?” kataku melepas rasa maluku.“Apa aja deh Ndree. Bokepindo Teruss..!” erang Devita si cewek nakal sambil tangannya memegang kedua pipiku. Ooh ya Dev.., kalo si andre macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi.Devita hanya tersenyum saja.“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya. Setelah cairannya benar-benar bersih, Devita kemudian berdiri, kemudian dia membuka semua pakaiannya, sampai akhirnya dia telanjang bulat. Begitu lembut sekali dia mencium sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku.Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. nikmat sekali, ” kataku dalam hati, sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot.Devita sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku. Kok malah bengong Ndree..!” kata Deni sambil menepuk pundakku.“Eh.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong.“Ah bohong Kamu Ndree..!” ucap Devita sambil mencubit lenganku.Seerr..! akhh..!” Devita cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya,“Croott..















