Gia Derza loves keeping up with the latest video games. Her parent is into game development but he’s been kind of secretive lately about his latest VR project, which leaves Gia curious. Bokepindo He’s always been pretty open about his projects before, so what makes THIS one differentOne day, when he’s not around, Gia sneaks into his office, making herself comfortable at his computer while putting on the VR headset. As soon as she boots up the game, she’s exasperated at the parental controls, but easily gets past that since she’s old enough. Just what kind of game IS this?When the game loads, Gia finds herself in a bright, calming massage parlor. She’s pretty impressed by the graphics, noting how realistic everything is, though it’s the sexy masseuse, Kenna James, who ultimately gets her attention. Kenna’s DEFINITELY the best part of the game so far and when she pleasantly offers a massage, Gia is down to put her parent’s work to the test.But when the massage starts to turn sensual, suddenly Gia knows why this game was kept a secret!
“Wah-wah lagi ada rejeki kok ga bagi-bagi sih Pak Imron !” kata Pak Kahar
“Hahaha…tenang aja saya juga baru pemanasan kok, jadi hidangannya masih segar !” disambut gelak tawa mereka. Tiba-tiba mata Ivana membelakak, tubuhnya mengejang tanpa bisa dikendalikan, Pak Kahar yang sedang menggenjotnya pun semakin bernafsu, penisnya ditekan lebih dalam sampai bibir vagina Ivana ikut tertekan. “Tahan yah Non, agak sakit, tapi nantinya bakal enak deh. Pak Kahar mengeluarkan benda itu dari tasnya, yang menghubungi adalah ayahnya, Pak Heryawan. Kemudian Imron duduk di ranjang dengan bersandar di kepala ranjang, tubuh Ivana yang sudah tinggal bercelana dalam itu didudukkan diantara kedua kakinya, lengan kokohnya mendekap tubuh mulus itu dari belakang. Pak Kahar memegang buah dada kanan Ivana dan mulutnya langsung melumatnya, tangannya yang satu mengocok-ngocok penisnya sendiri. “Hehehe…liat Ron, si Non ini cepet yah belajarnya sampai Pak Mamad kesetanan gitu !” komentar si satpam. “Jilat pake lidah Non, jangan digigit, awas kalo coba-coba !” perintahnya. Hisapan pria itu pada putingnya menaikkan libidonya walaupun itu diluar kehendaknya. Martin beberapa kali membujuknya tapi tidak ada hasil, akhirnya dengan hati hancur, setelah kelulusannya tak lama kemudian, pemuda itu pergi ke luar negeri meneruskan studinya sekaligus untuk melupakan kenangan-kenangan manis yang pernah dia lalui bersama
















