tiba tiba, “udah pulang kamu?” tanyanya sambil masuk ke kamar. Uch bang enak sekali..” ceracauku sambil terengah-engah.Aku memejamkan mataku, kunikmati saja ciumannya yang panas. Bokeb “udah…udah…udah…”, katanya sambil mencoba menarik kontinya keluar dari mulutku, keluarlah maninya di dalam mulutku.Aku agak terkejut dan mengeluarkan kontinya dari dalam mulutku sehingga muncratan mani berikutnya membasahi wajahku. jarinya masuk dan mempermainkan klitku dengan lembut. perlahan dia duduk disampingku. Kami memang duduk bersebelahan, dah aku atur gitu. Sepertinya signal yang aku berikan gak sia2 sama sekali walaupun belum membuahkan hasil. sexy banget tubuh kamu”, jawabnya untuk meredakan rasa keselku. Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya erat-erat. Walaupun jengkel tapi aku jadi geli sendiri melihat kelakuan bodoh seorang lelaki yang judulnya suamiku itu. Sampai di rumah makan itu lalu kami memesan makan dan minum. “duduk sini bang, deket Sintia”.













