Aku tersenyum-senyum kearahnya, sambil memainkan dan mengocok-ngocok tongkolku, seolah hendak memamerkan kejantananku.“Ayo, ndrew…cepetan deh…udah gak tahan, honey…”firda merintih. Ya, Rika seorang wanita yang mungil. Bokepindo Makin kencang. “fir,”sahutku tenang. Tangannya masih tetap memainkan tongkolku yang sedikit melemas.“Kamu baru pertam kali kan, mainin koto orang selain suami kamu?”“Iya, Ndrew. Kaget ya?”“Diem-diem, muka alim..ta pi kalo urusan birahi liar juga ya..”“Ya iyalaaahhh..hare gene, Ndrew…orang enak kok ditolak.”“Tau gitu tadi aku semprot dimuka kamu aja ya..” sesalku“Iya juga sih..sebenernya aku pengen kamu semprot. Nah, ini aku bawain ….sedikit bawaan lah, buat kamu sama Indah. Kulumat putingnya dengan ganas sehingga badan Firda mulai mengejang lagi.“Acchhh….Andreww….sayaaaannggg…”Linda merintih. Cuma lagi mikir, kapan ya gw bisa jalan-jalan sama kamu…”Eits..kok ngomongku ngelantur begini sih. Istriku memang sengaja tidak membangunkan aku karena tadi malam aku pulang jam 4 pagi sampai rumah. Matanya menatapku tajam.Sejurus kemudian..“Ok, Fir. Meskipun sudah melahirkan dan menyusui dua anak, payudara Firda sangat terawat, kencang. Itung-itung membagi kesenangan.”“Wah…tengkyu banget lho…kamu baik banget”“Ah, biasa aja lageee..hehehe” Kami berdua sejenak ngobrol-ngobrol, karena memang sudah beberapa bulan Rika nggak berkunjung ke rumahku. Berarti pejuhku langsung menggempur rahimnya.Ohhh…nDrreeeww…enak sayang….nikmat, sayaaannggg…offffffghhhh……” Firda merintih lagi. Tentu saja hal ini tak kusia-siakan. Meskipun keduanya tidak berbau amis, tapi ada sensasi tersendiri saat kuhirup aroma















