Wah, Ayah Tiri! Kontol Hitammu Gede Banget

Jika ada yang belum tahu, teman saya ini namanya, sebut saja, Meli. Bokepindo “Pokoknya gua masuk kamar lalu dikunci, beres deh.”, pikirnya.Namum Didik segera menghadang langkahnya, dan berkata, “Duh, jangan kesusu non. Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Abdul dan Soleh tertawa kecil mendengarnya.Diliputi oleh amarah, Meli lalu membentak, “Apa maksudmu, Aku laporkan Papi baru tahu ya. Aku telepon Papi !”, ancam
Meli. Ketiga lelaki hidung belang itupun menunggu dengan tegang. Hahaha. Mereka udah siap, masing-masing 600rb. Didik lalu menarik selimut yang dipakai Meli untuk menutupi tubuhnya. A-ku…”, kata Abdul sambil terbata-bata, saking kagetnya. Ngewe wae. Mereka bertiga lalu tertawa. Tanpa banyak bicara, Abdul segera keluar kamar tanpa sempat memakai kembali baju dan celananya.Belum hilang rasa kaget Meli atas kehadiran Abdul yang “tak diundang” tadi , tiba-tiba terdengar ketokan di pintu kamarnya dan tanpa sempat dia jawab, masuklah ketiga mandor pekerja ayahnya itu. Hm…Beberapa minggu kemudian….Meli melihat jam di dinding kamarnya. Lepas BH ae ora iso.”, tawa Soleh dan Didik bersamaan. Haha… kasian deh loe.Dengan ragu-ragu, Abdul lalu menciumi bibir Meli.

Wah, Ayah Tiri! Kontol Hitammu Gede Banget