Dengan sedikit kesal saya berniat untuk menegurnya, namun ketika tanganku baru membuka tirai pintu ruang keluarga, jantungku berdetak kaget. Bokepindo Aku langsung saja mandi, kemudian membangunkan suamiku. Dengan lidahnya ia mempermainkan daerah sekitar duburku yang membuatku semakin terbang tinggi. Usia mereka tak jauh berbeda dengan kami. Aku kaget, karena tidak pernah berciuman dengan wanita, apalagi ini di depan suamiku sendiri. Malam ketiga, setelah kami pulang dari santap malam di seputaran Denpasar, saya langsung saja mohon pamit untuk segera beristirahat. Aku kaget, namun sekali lagi aku tak kuasa menahannya. Namun, akhirnya mereka sepakat untuk tidak kemana-mana sehingga perasaanku semakin gak karuan. Yang ada hanyalah tuntutan kepuasan, desakan untuk segera meledak dari dalam perutku. Aku gak tahu lidah siapa yang bermain di sana, namun kuyakin itu bukan milik suamiku. Baru saja aku terhempas oleh puncak orgasme yang luar biasa, kini aku diserang lagi. Ingin sekali saya bertanya, namun kata-kata sepertinya terpaku dalam mulutku. Lagian kita tidur kemalaman sih. “Maaf ya An, kami tak bermaksud menyakitimu. “O ya mas, rencananya hari ini mau kemana?” tanyaku sambil menatap suamiku. Perasaanku semakin tidak karuan sehingga aku meminta sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter. Kami bertiga udah biasa melakukan ini semenjak kuliah dulu.













