Aku mencopot baju dan celanaku serta celana dalamku sambil mengelus penisku “sabar ya sayang, nanti kukenalkan pasanganmu” kataku bergumam senang. aku dah mulai merasa enak kok rasanya” kata Ika sedikit protes atas perbuatanku. Bokepindo Sebelum tangan itu sampai, aku bangkit berlari menghindar, terjadilah kejar-kejaran diantara kami, sampai suatu saat kakiku tersandung lobang dan jatuh. messs nih… sambil tiduran yuk…?” pintanya. Setelah kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepadanya.Motor kustarter, dia duduk dibelakangku. “Kenapa mbak, kok marah-marah?” tanyaku padanya. Kuparkir motor di depan gerobak makanan itu, kupesan segelas jahe tape untuk mengusir dinginnya malam. “Kok belum pulang mbak?” tanyaku membuka percakapan. Malam kian larut, deburan ombak terdengar sampai ke dalam kamar losmen, seakan musik mengiringi deru nafas memburu kami berdua. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari cowoknya tadi.“Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. Oh My God, ayu tenan gumam hatiku, wajahnya itu lho lucu, imut, kasihan diterpa cahaya lampu tempel di meja gerobak dagangan makanan. “Tauk nih, kita kan baru beberapa jam lalu kenalan, kok udah akrab ya” jawabnya.















